Rabu, 28 Mei 2014

MAKALAH ALIRAN PENDIDIKAN



ALIRAN PENDIDIKAN
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil 2013
Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan
Dosen Pengampu : Kiswan,S.Ag.M,Pd







Oleh :
EVA MASRIFAH
13.07.0434


PENDIDIKAN GURU MADARASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS
2013




KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,inayah, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya dengan pembahasan “Aliran Pendidikan” lebih khususnya  makalah ini berisikan tentang macam-macam aliran pendidikan. Diharapkan  Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang  Macam-Macam  Aliran Pendidikan. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna,oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.           Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada Bapak  Kiswan, S.Ag.,M.Pd selaku Dosen Pengempu Dasar-Dasar Pendidikan, dan kepada semua pihak yang  telah  berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT. Senantiasa meridhai segala usaha kita. Amiin.
                                                                                                            Ciamis, September 2013

                                                                                                                           Penulis









DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB      I        PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah......................................................... 1
B.       Rumusan Masalah................................................................... 1
C.       Tujuan..................................................................................... 1
D.      Manfaat ................................................................................. 1
BAB      II       ....................................................................................................... PEMBAHASAN
A.      Aliran Empirisme.................................................................... 3
B.      Aliran Nativisme..................................................................... 4
C.      Aliran Naturalisme.................................................................. 5
D.      Aliran Konfergensi................................................................. 6
E.       Aliran Progrefisme.................................................................. 7
F.       Aliran Konstruktivisme.......................................................... 8
BAB III          KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan ............................................................................. 9
B.     Saran........................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 10
                       






BAB  I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
            Ilmu pendidikan berasal dari berbagai ilmu seperti sosiologi, psikologi, dan filsafat. Oleh karena itu,di dalam ilmu pendidikan ditemukan berbagai macam aliran. Adanya beragam aliran ini disebabkan ilmu pendidikan berhubungan dengan manusia yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Di sisi lain perkembangan manusia itu sendiri menjadi objek studi para ahli, sehingga pendidikan 
            Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas, maka penulis mengambil judul  Makalah “Aliran Pendidikan”.
B.  Rumusan  Masalah
            Supaya dalam pembahasan dan penulisan makalah ini lebih terarah dan mudah   untuk memahami masalah yang penulis bahas,maka penulis merumuskan masalah-masalah  yang di bahas sebagai berikut:
·         Apa pengertian aliran Empirisme, Nativisme, Naturalisme, Konfergensi, Progrefisme,dan Kontruktivisme?
C.  Tujuan       
            Dalam penyusunan makalah ini  penulis memiliki beberapa tujuan yaitu:
·      Untuk mengetehui pengertian aliran Empirisme, Nativisme, Naturalisme, Konfergensi, Progrefisme dan Kontruktivisme.
D.  Manfaat
1.      Manfaat Bagi Penulis
            Manfaat bagi penulis dapat mengembangkan teori yang dipelajari di Kampus tentang penyusunan makalah,dan dapat mengembangkan teori tentang macam-macam aliran pendidikan.
2.  Manfaat  Bagi  Kampus
            Dapat memberi ilmu pengetahuan kepada mahasiswa tentang  macam-macam aliran pendidikan, serta memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa-mahasiswanya.
3.   Manfaat  Bagi  Pembaca
            Manfaat bagi pembaca dapat mengetahui  lebih jauh tentang macam-macam aliran pendidikan.

























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Aliran Empirisme
            Empirisme berasal dari kata empiris yang artinya pengalaman.
Aliran Empirisme merupakan aliran yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkemangan  manusia. Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung pada lingkungan, sedangkan pembawaan yang di bawanya dari semenjak lahir tidak dipentingkan.
            Pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari di dapat dari dunia sekitarnya. Pengalaman-pengalaman itu berupa stimulan-stimulan dari alam bebas maupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk program pendidikan.
            Tokoh utama aliran ini adalah filusuf Inggris bernama  Jhon Locke yang hidup pada tahun 1632-1704 yang mengembangkan paham Rasionalisme  pada abad ke-18. Teori ini mengatakan bahwa anak yang lahir ke dunia dapat diumpakan seperti kertas putih yang kosong yang belum ditulisi atau di kenal dengan istilah “tabularasa” (a blank sheet of paper).  Dengan demikian, menurut aliran ini anak-anak yang lahir ke dunia tidak mempunyai bakat dan pembawaan apa-apa,sebagai kertas putih yang polos. Oleh karena itu,anak-anak dapat di bentuk sesuai dengan keinginan orang dewasa yang memberikan warna pendidikannya.
Aliran Empirisme (environmentalisme) di pandang sebagai aliran yang sangat optimis terhadap pendidikan,sebab aliran ini hanya mementingkan peranan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan. Adapun kemampuan dasar yang di bawa anak sejak lahir dianggap tidak menentukan keberhasilan seseorang. Aliran ini masih menganggap  manusia sebagai makhluk yang pasif,mudah di bentuk atau di rekayasa,sehingga lingkungan pendidikan dapat menentukan segalanya.
Kelemahan aliran ini hanya mementingkan pengalaman,sedangkan kemampuan yang di bawa anak sejak lahir dikesampingkan. Padahal ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lingkungan tidak mendukung. Keberhasilan ini disebabkan oleh adanya kemampuan yang berasal dari dalam diri yang berupa kecerdasan dan kemauan keras,anak berusaha mendapatkan lingkungan yang dapat mengembangkan bakat atau kemampuan yang telah ada dalam dirinya.
            Meskipun demikian,aliran ini tidak percaya kepada faktor turunan  atau hereditas sebagai penentu perkembangan individ,karena aliran ini masih tampak pada pendapat-pendapat yang memandang manusia sebagai makhluk yang pasif dan dapat dimanifulasi,umpama melalui modifikasi tingkah laku.

B.     Aliran Nativisme
            Paham ini menentang paham Empirisme yang dikemukakan  Jhon Locke. Nativ (dari bahasa latin) memiliki arti “terlahir’. Menurut paham ini,dengan tokohnya seorang  filusuf  Jerman Schopenhauer  (1788-1880), dikatakan bahwa anak-anak yang lahir ke dunia sudah memiliki pembawaan atau bakatnya yang  akan berkembang  menurut arahnya masing-masing. Pembawaan tersebut ada yang baik dan ada pula yang buruk. Oleh karena itu , menurut paham ini  perkembangan anak tergantung dari  pembawaannya sejak lahir. Berdasarkan aliran ini,keberhasilan pendidikan anak ditentukan oleh anak itu sendiri.
            Nevatisme berpendapat jika anak memiliki bakat jahat dari lahir ia akan menjadi jahat,dan sebaliknya jika anak memiliki bakat baik ia akan menjadi baik.  Pendidikan yang tidak sesuai bakat dan pembawaan anak didik  tidak akan berguna untuk perkembangan anak itu sendiri. Singkatnya,aliran nevatisme menekankan kemampuan  dalam diri anak,sehingga faktor lingkungan,termasuk faktor pendidikan  kurang berpengaruh terhadap pendidikan anak.
            Meskipun dalam kenyataan sehari-hari,sering ditemukan anak mirip orang tuanya (secara fisik) dan anak juga mewarisi bakat-bakat yang ada pada orang tuanya,tetapi pembawaan itu bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan. Masih banyak faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan anak dalam menuju kedewasaannya.
            Dengan kata lain,pendidikan,lingkungan masyarakat,dan orang tua tidak berpengaruh terhadap perkembangan anak karena setiap anak akan berkembang sesuai pembawaannya,bukan oleh kekuatan-kekuatan dari luar. Jadi,kalau benar pendapat tersebut percuma kita mendidik karena yang jahat tidak akan menjadi baik.
C.    Aliran Naturalisme
            Paham Naturalisme dipelopori oleh seorang filusuf Prancis J.J. Rousseaue yang muncul pada abad ke-18. Nature dalam bahasa latin memiliki makna  Alam.
            Berbeda dengan Schopenhaeuer , Rousseaue berpendapat setiap anak yang baru dilahirkan pada hakikatnya memiliki pembawaan baik. Namun pembawaan baik yang terdapat pada setiap anak  itu akan berubah sebaliknya karena dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan tersebut dapat berupa lingkungan keluarga,lingkungan sekolah,atau lingkungan masyarakat di sekitar di mana anak tumbuh dan berkembang.Berdasarkan pendapatnya tersebut aliran ini di kenal  juga dengan sebutan Negativisme.
            Selanjutnya Rousseaue mengatakan,anak yang terlahir dalam keadaan baik tersebut biarkan berkembaang secara alami. Ini artinya bahwa perkembangan anak  yang dipengaruhi oleh pendidikan apakah pendidikan di rumah,di sekolah, maupun di masyarakat sebagai urun rembuk orang-orang dewasa malah akan merusak  pembawaan anak yang baik. Hal ini seperti dikemukakan  oleh J.J.Rousseaue,yaitu: “segala sesuatu adalah baik ketika ia baru keluar dari alam,dan segala sesuatu menjadi jelek manakala ia sudah berada di tangan manusia.”
            Dengan demikian,menurut Rousseaue agar seorang anak dapat tumbuh dan berkembang  menjadi anak yang baik,anak tersebut harus diserahkan kepada alam. Kekuatan alam yang akan mengajarkan kebaikan-kebaikan yang terlahir  secara alamiah sejak kelahiran anak tersebut. Kebaikan itu akan terus diserapnya oleh setiap anak yang terlahir,secara spontan dan bebas dari rekayasa orang dewasa.
            Rousseaue tidak berharap pada pendidikan .Dengan kata lain sekolah tidak perlu ada. Ia menginginkan perkembangan anak dikembalikan ke alam yang mengembangkan anak secara wajar karena hanya alamlah yang paling tepat menjadi guru.
 D.Aliran Konvergensi
            Konvergensi artinya titik pertemuan. Pelopor aliran konvergensi  adalah William Stern (1871-1939),seorang ahli ilmu jiwa berkebangsaan Jerman. Ia mengatakan  bahwa seseorang  terlahir dengan pembawaan baik dan juga dengan pembawaan buruk. Ia pun mengakui bahwa proses perkembangan anak,baik faktor  pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting. Aliran ini menyampaikan bahwa bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya lingkungan yang sesuai dengan perkembangan bakat itu. Sebaliknya,lingkungan yang baik pun sulit mengembangkan potensi anak secara optimal apabila tidak terdapat bakat yang diperlukan bagi perkembangan yang diharapkan anak tersebut. Dengan demikian,paham ini menggabungkan antara pembawaan sejak lahir dan lingkungan sama-sama berperan penting karena menyebabkan anak mendapatkan pengalaman.
            Sebagai contoh,hakikat kemampuan anak manusia berbahasa dengan kata-kata,adalah juga hasil konvergensi. Lingkungan pun mempengaruhi anak didik dalam mengembangkan pembawaan bahasanya. Karena itu tiap anak manusia mula-mula menggunakan bahasa lingkungannya,misalnya bahasa Jawa, bahasa Sunda,bahasa Inggris,dan lain-lain. Kemampuan dua orang anak (yang tinggal dalam satu lingkungan sama) untuk mempelajari bahasa mungkin tidak sama, itu disebabkan oleh adanya perbedaan kuantitas pembawaan dan perbedaan situasi lingkungan, meskipun kedua lingkungan anak tersebut  menggunakan bahasa yang sama.
            William Stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung dari pembawaan dan lingkungan. Karena itu,teori Willian Stern disebut teori konvergensi (memusat ke satu titik).
            Menurut teori Konvergensi ini ada tiga prinsip,yaitu:
1.      Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan,
2.      Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan ligkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurangbaik, dan
3.      Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.
Aliran Konvergensi pada umumnya diterima secara luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh kembang manusia. Meskipun demikian variasi pendapat tentang faktor-faktor mana yang paling penting dalam menentukan tumbuh kembang itu. Tegasnya, proses pendidikan adalah hasil kerja sama dari faktor-faktor yang dibawa ketika lahir dengan lingkungan.
E. Progresivisme
            Prgresivisme menurut bahasa dapat diartikan sebagai aliran yang menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat. Dalam konteks filsafat pendidikan progresivisme  adalah suatu aliran yang menekankan bahwa pendidikan bukanlah sekedar pemberian sekumpulan pengetahuan kepada subjek didik,tetapi hendaklah berisi aktivitas-aktivitas yang mengarah pada pelatihan kemampuan berfikir yang sedemikian rupa sehingga dapat berfikir secara sistematis. Karena menurut aliran ini, manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersifat menekan ataupun yang bersifat mengancam dirinya.
            Progresivisme yakin bahwa manusia mempunyai kesanggupan-kesanggupan untuk mengendalikan hubungannya dengan alam,sanggup meresapi rahasia-rahasia  alam,sanggup menguasai alam.
            Progresivisme muncul pada abad ke-19,namun perkembangannya secara pesat terlihat pada awal abad ke-20 terutama di Amerika Serikat. Tokoh aliran ini adalah Jhon Dewey.
            Masyarakat progresivisme berpendapat bahwa akal manusia bersifat selalu ingin mencari tabu dan meneliti,sehingga ia tidak mudah menerima begitu saja suatu  pandangan atau pendapat sebelum ia benar-benar  membuktikan kebenarannya secara empiris.

F. Konstruktivisme
            Menurut  von Glasersfeld (1988) pengertian konstruktif muncul pada abad ke-20 dalam tulisan Mark Baldwin yang secara luas diperdalam dan  disebarkan oleh Jean Piaget.Namun,apabila ditelusuri lebih jauh,gagasan pokok konstruktivisme sebenarnya sudah dimulai oleh Giambastissta Vico,seorang epistomolog dari Italia (Suparno,1997).
            Konsep pembelajaran  menurut  teori  konstruktivisme adalah suatu proses pembelajaran yang mengondisikan siswa untuk melakukan proses aktif membangun konsep baru,pengertian baru,dan pengetahuan baru berdasarkan data. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus dirancang dan dikelola sedemikian rupa sehingga mampu mendorong siswa mengorganisasi pengalamannya sendiri menjadi pengetahuan yang bermakna.
            Aliran Konstruktivisme ini menegaskan bahwa pengetahuan mutlak diperoleh dari hasil konstruksi kognitif dalam diri seseorang,melalui pengalaman yang diterima lewat pancaindra. Dengan demikian,aliran ini menolak adanya transfer pengetahuan yang dilakukan dari seseorang kepada orang lain,dengan alasan pengetahuan bukan barang yang bisa dipindahkan,sehingga jika pembelajaran ditujukan untuk mentransfer ilmu,perbuatan itu akan sia-sia saja. Sebaliknya,kondisi ini akan berbeda jika pembelajaran ditujukan untuk menggali pengalaman.









BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
            Berdasarkan uraian bahasan yang telah penulis kemukakan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Aliran Empirisme adalah aliran yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia.
2.      Aliran Nativisme adalah aliran yang menyatakan bahwa anak  akan berkembang sesuai pembawaannya,bukan oleh kekuatan-kekuatan dari luar (lingkungan pendidikan,lingkungan sekitar).
3.      Aliran Naturalisme adalah aliran yang berkembang secara alami.Dengan kata lain sekolah tidak perlu ada karena alamlah yang paling tepat menjadi guru untuk perkembangan anak.
4.       Aliran Konvergensi adalah aliran yang menyampaikan bahwa bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya lingkungan yang sesuai dengan perkembangan bakat itu.
5.      Aliran Progresivisme adalah aliran yang menginginkan kemajuan-kemajua secara cepat.
6.      Aliran Konstruktivisme adalah aliran yang mengondisikan siswa untuk melakukan  proses aktif membangun konsep baru dan membutuhkan  kebebasan dan sikap belajar.
B.     Saran
Dalam kesempatan ini penulis memberikan saran kepada pembaca apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini baik penulisan atau susunan kata,penulis harapkan agar pembaca dapat memakluminya karena penulis masih dalm tahap pebelajaran. Kritik dan saran penulis akan terima dengan lapang dada.



DAFTAR PUSTAKA
Syarifudin Tatang.”Landasan Pendidikan”
Sukardjo,Dr.M. & Komarudin Ukim,M.Pd .,Landasan Pendidikan,PT RajaGrafindo Persada,Jakarta,2009.
Suwarno,Wiji.2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar