ALIRAN PENDIDIKAN
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi Ujian Akhir
Semester (UAS) ganjil 2013
Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan
Dosen
Pengampu : Kiswan,S.Ag.M,Pd
Oleh :
EVA
MASRIFAH
13.07.0434
PENDIDIKAN
GURU MADARASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS
2013
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,inayah, Taufik dan
Hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang
Alhamdulillah tepat pada waktunya dengan pembahasan “Aliran Pendidikan” lebih
khususnya makalah ini berisikan tentang
macam-macam aliran pendidikan. Diharapkan
Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Macam-Macam
Aliran Pendidikan. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna,oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, penulis sampaikan terima
kasih kepada Bapak Kiswan, S.Ag.,M.Pd
selaku Dosen Pengempu Dasar-Dasar Pendidikan, dan kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga Allah SWT. Senantiasa meridhai segala usaha kita. Amiin.
Ciamis,
September 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR
ISI....................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah......................................................... 1
B.
Rumusan Masalah................................................................... 1
C.
Tujuan..................................................................................... 1
D.
Manfaat
................................................................................. 1
BAB
II ....................................................................................................... PEMBAHASAN
A.
Aliran Empirisme.................................................................... 3
B.
Aliran Nativisme..................................................................... 4
C.
Aliran Naturalisme.................................................................. 5
D.
Aliran Konfergensi................................................................. 6
E.
Aliran Progrefisme.................................................................. 7
F.
Aliran Konstruktivisme.......................................................... 8
BAB III KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
............................................................................. 9
B.
Saran........................................................................................ 9
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ilmu
pendidikan berasal dari berbagai ilmu seperti sosiologi, psikologi, dan
filsafat. Oleh karena itu,di dalam ilmu pendidikan ditemukan berbagai macam
aliran. Adanya beragam aliran ini disebabkan ilmu pendidikan berhubungan dengan
manusia yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Di sisi lain
perkembangan manusia itu sendiri menjadi objek studi para ahli, sehingga
pendidikan
Berdasarkan
permasalahan yang dikemukakan di atas, maka penulis mengambil judul Makalah “Aliran Pendidikan”.
B. Rumusan
Masalah
Supaya dalam
pembahasan dan penulisan makalah ini lebih terarah dan mudah untuk memahami masalah yang penulis
bahas,maka penulis merumuskan masalah-masalah
yang di bahas sebagai berikut:
·
Apa pengertian aliran Empirisme, Nativisme,
Naturalisme, Konfergensi, Progrefisme,dan Kontruktivisme?
C. Tujuan
Dalam
penyusunan makalah ini penulis memiliki
beberapa tujuan yaitu:
·
Untuk mengetehui pengertian aliran
Empirisme, Nativisme, Naturalisme, Konfergensi, Progrefisme dan Kontruktivisme.
D. Manfaat
1. Manfaat
Bagi Penulis
Manfaat
bagi penulis dapat mengembangkan teori yang dipelajari di Kampus tentang
penyusunan makalah,dan dapat mengembangkan teori tentang macam-macam aliran
pendidikan.
2. Manfaat
Bagi Kampus
Dapat memberi ilmu pengetahuan
kepada mahasiswa tentang macam-macam
aliran pendidikan, serta memberikan wawasan yang lebih luas kepada
mahasiswa-mahasiswanya.
3. Manfaat Bagi
Pembaca
Manfaat bagi pembaca dapat
mengetahui lebih jauh tentang
macam-macam aliran pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Aliran
Empirisme
Empirisme berasal dari kata empiris
yang artinya pengalaman.
Aliran Empirisme merupakan aliran yang
mementingkan stimulasi eksternal dalam perkemangan manusia. Aliran ini menyatakan bahwa
perkembangan anak tergantung pada lingkungan, sedangkan pembawaan yang di
bawanya dari semenjak lahir tidak dipentingkan.
Pengalaman
yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari di dapat dari dunia sekitarnya.
Pengalaman-pengalaman itu berupa stimulan-stimulan dari alam bebas maupun
diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk program pendidikan.
Tokoh
utama aliran ini adalah filusuf Inggris bernama
Jhon Locke yang hidup pada
tahun 1632-1704 yang mengembangkan paham Rasionalisme pada abad ke-18. Teori ini mengatakan bahwa
anak yang lahir ke dunia dapat diumpakan seperti kertas putih yang kosong yang
belum ditulisi atau di kenal dengan istilah “tabularasa” (a blank sheet of paper).
Dengan demikian, menurut aliran ini anak-anak yang lahir ke dunia tidak
mempunyai bakat dan pembawaan apa-apa,sebagai kertas putih yang polos. Oleh
karena itu,anak-anak dapat di bentuk sesuai dengan keinginan orang dewasa yang
memberikan warna pendidikannya.
Aliran Empirisme (environmentalisme) di pandang sebagai aliran yang sangat optimis
terhadap pendidikan,sebab aliran ini hanya mementingkan peranan pengalaman yang
diperoleh dari lingkungan. Adapun kemampuan dasar yang di bawa anak sejak lahir
dianggap tidak menentukan keberhasilan seseorang. Aliran ini masih
menganggap manusia sebagai makhluk yang
pasif,mudah di bentuk atau di rekayasa,sehingga lingkungan pendidikan dapat
menentukan segalanya.
Kelemahan aliran ini hanya mementingkan
pengalaman,sedangkan kemampuan yang di bawa anak sejak lahir dikesampingkan.
Padahal ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lingkungan tidak
mendukung. Keberhasilan ini disebabkan oleh adanya kemampuan yang berasal dari
dalam diri yang berupa kecerdasan dan kemauan keras,anak berusaha mendapatkan
lingkungan yang dapat mengembangkan bakat atau kemampuan yang telah ada dalam
dirinya.
Meskipun
demikian,aliran ini tidak percaya kepada faktor turunan atau hereditas sebagai penentu perkembangan
individ,karena aliran ini masih tampak pada pendapat-pendapat yang memandang
manusia sebagai makhluk yang pasif dan dapat dimanifulasi,umpama melalui
modifikasi tingkah laku.
B.
Aliran
Nativisme
Paham ini
menentang paham Empirisme yang dikemukakan
Jhon Locke. Nativ (dari bahasa
latin) memiliki arti “terlahir’. Menurut paham ini,dengan tokohnya seorang filusuf
Jerman Schopenhauer (1788-1880), dikatakan bahwa anak-anak yang
lahir ke dunia sudah memiliki pembawaan atau bakatnya yang akan berkembang menurut arahnya masing-masing. Pembawaan
tersebut ada yang baik dan ada pula yang buruk. Oleh karena itu , menurut paham
ini perkembangan anak tergantung
dari pembawaannya sejak lahir.
Berdasarkan aliran ini,keberhasilan pendidikan anak ditentukan oleh anak itu
sendiri.
Nevatisme
berpendapat jika anak memiliki bakat jahat dari lahir ia akan menjadi jahat,dan
sebaliknya jika anak memiliki bakat baik ia akan menjadi baik. Pendidikan yang tidak sesuai bakat dan
pembawaan anak didik tidak akan berguna
untuk perkembangan anak itu sendiri. Singkatnya,aliran nevatisme menekankan
kemampuan dalam diri anak,sehingga
faktor lingkungan,termasuk faktor pendidikan
kurang berpengaruh terhadap pendidikan anak.
Meskipun
dalam kenyataan sehari-hari,sering ditemukan anak mirip orang tuanya (secara
fisik) dan anak juga mewarisi bakat-bakat yang ada pada orang tuanya,tetapi
pembawaan itu bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan. Masih
banyak faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan anak dalam menuju
kedewasaannya.
Dengan
kata lain,pendidikan,lingkungan masyarakat,dan orang tua tidak berpengaruh
terhadap perkembangan anak karena setiap anak akan berkembang sesuai
pembawaannya,bukan oleh kekuatan-kekuatan dari luar. Jadi,kalau benar pendapat
tersebut percuma kita mendidik karena yang jahat tidak akan menjadi baik.
C.
Aliran
Naturalisme
Paham
Naturalisme dipelopori oleh seorang filusuf Prancis J.J. Rousseaue yang muncul pada abad ke-18. Nature dalam bahasa latin memiliki makna Alam.
Berbeda
dengan Schopenhaeuer , Rousseaue berpendapat setiap anak yang baru dilahirkan
pada hakikatnya memiliki pembawaan baik. Namun pembawaan baik yang terdapat
pada setiap anak itu akan berubah
sebaliknya karena dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan tersebut dapat berupa
lingkungan keluarga,lingkungan sekolah,atau lingkungan masyarakat di sekitar di
mana anak tumbuh dan berkembang.Berdasarkan pendapatnya tersebut aliran ini di
kenal juga dengan sebutan Negativisme.
Selanjutnya
Rousseaue mengatakan,anak yang terlahir dalam keadaan baik tersebut biarkan
berkembaang secara alami. Ini artinya bahwa perkembangan anak yang dipengaruhi oleh pendidikan apakah
pendidikan di rumah,di sekolah, maupun di masyarakat sebagai urun rembuk
orang-orang dewasa malah akan merusak
pembawaan anak yang baik. Hal ini seperti dikemukakan oleh J.J.Rousseaue,yaitu: “segala sesuatu adalah baik ketika ia baru
keluar dari alam,dan segala sesuatu menjadi jelek manakala ia sudah berada di
tangan manusia.”
Dengan
demikian,menurut Rousseaue agar seorang anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik,anak tersebut harus
diserahkan kepada alam. Kekuatan alam yang akan mengajarkan kebaikan-kebaikan
yang terlahir secara alamiah sejak
kelahiran anak tersebut. Kebaikan itu akan terus diserapnya oleh setiap anak yang
terlahir,secara spontan dan bebas dari rekayasa orang dewasa.
Rousseaue
tidak berharap pada pendidikan .Dengan kata lain sekolah tidak perlu ada. Ia
menginginkan perkembangan anak dikembalikan ke alam yang mengembangkan anak
secara wajar karena hanya alamlah yang paling tepat menjadi guru.
D.Aliran Konvergensi
Konvergensi
artinya titik pertemuan. Pelopor aliran konvergensi adalah William Stern (1871-1939),seorang ahli
ilmu jiwa berkebangsaan Jerman. Ia mengatakan
bahwa seseorang terlahir dengan
pembawaan baik dan juga dengan pembawaan buruk. Ia pun mengakui bahwa proses
perkembangan anak,baik faktor pembawaan
maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting.
Aliran ini menyampaikan bahwa bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan
berkembang dengan baik tanpa adanya lingkungan yang sesuai dengan perkembangan
bakat itu. Sebaliknya,lingkungan yang baik pun sulit mengembangkan potensi anak
secara optimal apabila tidak terdapat bakat yang diperlukan bagi perkembangan
yang diharapkan anak tersebut. Dengan demikian,paham ini menggabungkan antara
pembawaan sejak lahir dan lingkungan sama-sama berperan penting karena
menyebabkan anak mendapatkan pengalaman.
Sebagai
contoh,hakikat kemampuan anak manusia berbahasa dengan kata-kata,adalah juga
hasil konvergensi. Lingkungan pun mempengaruhi anak didik dalam mengembangkan
pembawaan bahasanya. Karena itu tiap anak manusia mula-mula menggunakan bahasa
lingkungannya,misalnya bahasa Jawa, bahasa Sunda,bahasa Inggris,dan lain-lain.
Kemampuan dua orang anak (yang tinggal dalam satu lingkungan sama) untuk
mempelajari bahasa mungkin tidak sama, itu disebabkan oleh adanya perbedaan
kuantitas pembawaan dan perbedaan situasi lingkungan, meskipun kedua lingkungan
anak tersebut menggunakan bahasa yang
sama.
William
Stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung dari pembawaan dan
lingkungan. Karena itu,teori Willian Stern disebut teori konvergensi (memusat
ke satu titik).
Menurut
teori Konvergensi ini ada tiga prinsip,yaitu:
1. Pendidikan
mungkin untuk dilaksanakan,
2. Pendidikan
diartikan sebagai pertolongan yang diberikan ligkungan kepada anak didik untuk
mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang
kurangbaik, dan
3. Yang
membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.
Aliran Konvergensi pada umumnya diterima
secara luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh kembang manusia.
Meskipun demikian variasi pendapat tentang faktor-faktor mana yang paling
penting dalam menentukan tumbuh kembang itu. Tegasnya, proses pendidikan adalah
hasil kerja sama dari faktor-faktor yang dibawa ketika lahir dengan lingkungan.
E. Progresivisme
Prgresivisme
menurut bahasa dapat diartikan sebagai aliran yang menginginkan
kemajuan-kemajuan secara cepat. Dalam konteks filsafat pendidikan
progresivisme adalah suatu aliran yang
menekankan bahwa pendidikan bukanlah sekedar pemberian sekumpulan pengetahuan
kepada subjek didik,tetapi hendaklah berisi aktivitas-aktivitas yang mengarah
pada pelatihan kemampuan berfikir yang sedemikian rupa sehingga dapat berfikir secara
sistematis. Karena menurut aliran ini, manusia mempunyai kemampuan-kemampuan
yang wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersifat menekan
ataupun yang bersifat mengancam dirinya.
Progresivisme
yakin bahwa manusia mempunyai kesanggupan-kesanggupan untuk mengendalikan
hubungannya dengan alam,sanggup meresapi rahasia-rahasia alam,sanggup menguasai alam.
Progresivisme
muncul pada abad ke-19,namun perkembangannya secara pesat terlihat pada awal
abad ke-20 terutama di Amerika Serikat. Tokoh aliran ini adalah Jhon Dewey.
Masyarakat
progresivisme berpendapat bahwa akal manusia bersifat selalu ingin mencari tabu
dan meneliti,sehingga ia tidak mudah menerima begitu saja suatu pandangan atau pendapat sebelum ia
benar-benar membuktikan kebenarannya
secara empiris.
F. Konstruktivisme
Menurut von Glasersfeld (1988) pengertian konstruktif
muncul pada abad ke-20 dalam tulisan Mark Baldwin yang secara luas diperdalam
dan disebarkan oleh Jean
Piaget.Namun,apabila ditelusuri lebih jauh,gagasan pokok konstruktivisme
sebenarnya sudah dimulai oleh Giambastissta Vico,seorang epistomolog dari
Italia (Suparno,1997).
Konsep
pembelajaran menurut teori
konstruktivisme adalah suatu proses pembelajaran yang mengondisikan
siswa untuk melakukan proses aktif membangun konsep baru,pengertian baru,dan
pengetahuan baru berdasarkan data. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus
dirancang dan dikelola sedemikian rupa sehingga mampu mendorong siswa
mengorganisasi pengalamannya sendiri menjadi pengetahuan yang bermakna.
Aliran
Konstruktivisme ini menegaskan bahwa pengetahuan mutlak diperoleh dari hasil
konstruksi kognitif dalam diri seseorang,melalui pengalaman yang diterima lewat
pancaindra. Dengan demikian,aliran ini menolak adanya transfer pengetahuan yang
dilakukan dari seseorang kepada orang lain,dengan alasan pengetahuan bukan
barang yang bisa dipindahkan,sehingga jika pembelajaran ditujukan untuk mentransfer
ilmu,perbuatan itu akan sia-sia saja. Sebaliknya,kondisi ini akan berbeda jika
pembelajaran ditujukan untuk menggali pengalaman.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan
uraian bahasan yang telah penulis kemukakan, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1.
Aliran Empirisme adalah aliran yang
mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia.
2.
Aliran Nativisme adalah aliran yang
menyatakan bahwa anak akan berkembang
sesuai pembawaannya,bukan oleh kekuatan-kekuatan dari luar (lingkungan
pendidikan,lingkungan sekitar).
3.
Aliran Naturalisme adalah aliran yang
berkembang secara alami.Dengan kata lain sekolah tidak perlu ada karena alamlah
yang paling tepat menjadi guru untuk perkembangan anak.
4.
Aliran Konvergensi adalah aliran yang
menyampaikan bahwa bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan berkembang
dengan baik tanpa adanya lingkungan yang sesuai dengan perkembangan bakat itu.
5.
Aliran Progresivisme adalah aliran yang
menginginkan kemajuan-kemajua secara cepat.
6.
Aliran Konstruktivisme adalah aliran
yang mengondisikan siswa untuk melakukan
proses aktif membangun konsep baru dan membutuhkan kebebasan dan sikap belajar.
B.
Saran
Dalam kesempatan ini penulis memberikan
saran kepada pembaca apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini
baik penulisan atau susunan kata,penulis harapkan agar pembaca dapat
memakluminya karena penulis masih dalm tahap pebelajaran. Kritik dan saran
penulis akan terima dengan lapang dada.
DAFTAR
PUSTAKA
Syarifudin
Tatang.”Landasan Pendidikan”
Sukardjo,Dr.M.
& Komarudin Ukim,M.Pd .,Landasan Pendidikan,PT RajaGrafindo
Persada,Jakarta,2009.
Suwarno,Wiji.2006.
Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar